Jumat, 14 Juni 2013

AKB48 SOUSENKYOU 2013

Hari sabtu tanggal 8 juni 2013 AKB48 mengadakan pemilihan umum untuk member senbatsu yang kelima kalinya, berikut adalah hasil akhirnya:

Senbatsu
--------------- ­----------
1 - HKT48 Sashihara Rino
2 - AKB48 Oshima Yuko
3 - AKB48 Watanabe Mayu
4 - AKB48 Kashiwagi Yuki
5 - AKB48 Shinoda Mariko
6 - SKE48 Matsui Jurina
7 - SKE48 Matsui Rena
8 - AKB48 Takahashi Minami
9 - AKB48 Kojima Haruna
10 - AKB48 Miyazawa Sae
11 - AKB48 Itano Tomomi
12 - AKB48 Shimazaki Haruka
13 - AKB48 Yokoyama Yui
14 - NMB48 Yamamoto Sayaka
15 - NMB48 Watanabe Miyuki
16 - SKE48 Suda Akari



--------------- ­----------
Under Girls
--------------- ­----------
17 - SKE48 Shibata Aya
18 - AKB48 Minegishi Minami
19 - AKB48 Umeda Ayaka
20 - JKT48 Takajo Aki
21 - AKB48 Kitahara Rie
22 - SKE48 Kizaki Yuria
23 - SKE48 Takayanagi Akane
24 - SKE48 Matsumura Kaori
25 - AKB48 Kawaei Rina
26 - HKT48 Miyawaki Sakura
27 - SKE48 Furukawa Airi
28 - NMB48 Yamada Nana
29 - SKE48 Oya Masana
30 - AKB48 Irriyama Anna
31 - SKE48 Kimoto Kanon
32 - AKB48 Fujie Reina



--------------- ­----------
Next Girls
--------------- ­----------
33 - AKB48 Sato Amina
34 - AKB48 Katayama Haruka
35 - AKB48 Nagao Maria
36 - AKB48 Kuramoshi Asuka
37 - HKT48 Kodama Haruka
38 - AKB48 Tano Yuka
39 - SKE48 Umemoto Madoka
40 - NMB48 Jonishi Kei
41 - SKE48 Matsumoto Rina
42 - SKE48 Saito Makiko
43 - HKT48 Ota Aika
44 - NMB48 Yagura Fuuko
45 - AKB48 Muto Tomu
46 - AKB48 Ishida Haruka
47 - SKE48 Kobayashi Ami
48 - AKB48 Oba Mina



--------------- ­----------
Future Girls
--------------- ­----------
49 - NMB48 Yabushita Shu
50 - NMB48 Yoshida Akari
51 - AKB48 Kikuchi Ayaka
52 - AKB48 Sato Sumire
53 - AKB48 Maeda Ami
54 - NMB48 Ogasawara Mayu
55 - HKT48 Tashima Meru
56 - AKB48 Iwasa Misaki
57 - AKB48/NMB48 Ichikawa Miori
58 - SKE48 Isohara Kyoka
59 - HKT48 Tomonaga Mio
60 - AKB48 Matsui Sakiko
61 - AKB48 Yamauchi Suzuran
62 - Hirajima Natsumi
63 - SKE48 Kaneko Shiori
64 - SKE48 Nakanishi Yuka


Minggu, 31 Maret 2013

Bagaimanakah Sejarah J-League di Jepang?


Sebelum dimulainya liga profesional Jepang atau biasa disebut J-League, kompetisi sepakbola di Jepang adalah Japan Soccer League (JSL) yang masih bersifat amatir diakhir tahun 60′an. Namun memasuki tahun 80′an, jumlah penonton yang datang ke stadion untuk menyaksikan secara langsung semakin menurun. Akhirnya bulan Maret 1988, asosiasi sepakbola Jepang atau JFA membentuk panitia persiapan untuk liga profesional Jepang. Mereka mempelajari berbagai macam kompetisi sepakbola di dunia, bahkan mereka juga mempelajari liga Indonesia. Tahun 1992 akhirnya Japan Football League terbentuk. Ada 10 tim yang mengikuti J-League. 8 tim dari divisi utama JSL yaitu Gamba Osaka, JEF United Ichihara, Nagoya Grampus Eight, Sanfrecce Hiroshima, Urawa Red Diamonds, Verdy Kawasaki, Yokohama Flügels, and Yokohama Marinos 1 klub dari divisi 2 JSL yaitu Kashima Antlers dan 1 klub yang baru dibentuk yaitu Shimizu S-Pulse. Jadilah 10 tim ini adalah tim bersejarah yang memulai era pesepakbolaan profesional di Jepang.



Setelah itu Yamazaki Nabisco Cup digelar sebagai pemanasan lahirnya J-League dan akhirnya pertandingan pertama J-League digelar tanggal 15 Mei 1993 antara Verdy Kawasaki melawan Yokohama Marinos di Kasumigaoka National Stadium. Dan klub pun diperbolehkan menggunakan pemain asing dengan batas 5 pemain. Ada 2 besar diawal bergulirnya J-League yaitu bintang timnas Inggiris Gary Lineker yang bermain di Nagoya Grampus serta salah satu pemain terbaik Brazil sepanjang sejarah mereka, Zico yang bermain di Kashima Antlers. Arsene Wenger yang sekarang melatih Arsenal juga pernah melatih tim J-League, Nagoya Grampus Eight sebelum pindah ke Inggis. Setelah itu banyak pemain asing lainnya yang berkualitas bermain di J-League. J-League mulai menjadi salah satu liga terbaik di Asia.

Format awal J-League adalah split season dengan 2 season dalam satu tahun kompetisi. Hal ini mirip dengan kompetisi sepakbola di Amerika Latin. Juara season pertama akan bertemu dengan juara season kedua dalam play off untuk menentukan juara liga. Bila suatu tim berhasil menjadi juara season pertama dan kedua maka sudah dipastikan tim tersebut menjadi juara liga tanpa harus ada play off. Perhitung poin pun juga berbeda dengan kompetisi umumnya. Awalnya J-League tidak mengenal hasil imbang. Saat 90 menit kedudukan imbang maka akan diadakan perpanjangan waktu dan bila masih imbang juga akan diadakan adu pinalti. Tim yang menang yang menang mendapatkan 3 poin. Tim yang kalah melalui adu pinalti mendapatkan 1 poin sedangkan tim yang kalah di perpanjangan waktu tidak mendapatkan poin. Kashima Antlers menjadi juara season pertama dan Verdy Kawasaki menjadi juara season kedua. Dan di play off series, Verdy Kawasaki mengalahkan Kashima Antlers dan menjadi juara J-League edisi pertama. Tahun 1996 J-League mencoba menggunakan format satu kompetisi penuh dan Kashima Antlers berhasil menjadi juara. Tahun 1997 format kompetisi kembali berubah menjadi dua season dalam satu tahun kompetisi.


Adanya J-League benar-benar membuat sepakbola bisa menandingi baseball sebagai olahraga populer di Jepang. Kompetisi sepakbola antar sekolah sejak sekolah dasar pun mulai digulirkan. Hal ini berdampak positif terhadap pemain Jepang sendiri. Akhirnya 5 tahun kemudian timnas Jepang berhasil menembus Piala Dunia untuk pertama kalinya tahun 1998 di Prancis. Sejarah yang dibuat setelah membentuk kompetisi profesional yang berbobot. Hal positif ini dilanjutkan dengan Hidetoshi Nakata menjadi pemain Jepang pertama yang pindah ke Eropa dari J-League. Meski sebelumnya ada Kazu Miura yang bermain di Genoa, namun dia tidak berasal dari J-League. Dia meninggalkan Jepang sejak lulus sekolah ke Brazil untuk menjadi pemain sepakbola.  Nakata saat itu dibeli oleh Perugia dari Bellmare Hiratsuka. Nakata pun seperti membuka mata sepakbola dunia dengan adanya J-League. J-League pun menjelma menjadi liga sepakbola terbaik Asia. Pemain Jepang yang bermain di J-League pun mulai banyak dilirik oleh klub dari Eropa setelah itu.

Tahun 1997 J-League sempat merevisi perhitungan poin mereka, dimana tim yang menang dalam perpanjangan waktu cuma mendapatkan 2 poin. Dan tahun 1999 kembali berubah dengan dihilangkannya adu pinalti. Perpanjangan waktu menggunakan sistem golden goal. Memasuki tahun 2003, perhitungan poin di J-League berubah seperti kompetisi lainnya di dunia. Tim yang memenangkan pertandingan akan mendapatkan 3 poin, imbang mendapatkan 1 poin dan kalah tidak mendapatkan poin. Perpanjangan waktu dihapuskan. Mulai tahun 2005 J-League kembali ke format satu kompetisi penuh dengan jumlah 18 tim. Setiap tim bertemu dalam partai kandang dan tandang selama satu musim.


Sanfrecce Hiroshima menjadi juara J-League musim lalu. Ini adalah gelar pertama bagi mereka. Musim kompetisi 2013 kembali diikuti oleh 18 klub dengan format satu kompetisi. 3 tim teratas di klasemen akhir berhak lolos ke AFC Champions League dan 2 tim terbawah akan dagradasi ke divisi 2.  Dan sampai saat ini Kashima Antlers menjadi klub dengan jumlah gelar juara terbanyak dengan 7 kali. Jubilo Iwata dan Yokohama F Marinos berada diposisi kedua pengumpul gelar juara terbanyak dengan 3 gelar. Jepang membuktikan kalau dengan suatu kompetisi profesional yang kompetitif akan berdampak positif dengan prestasi tim nasional. Terbukti Jepang selalu lolos ke World Cup sejak tahun 1998. Dan mereka pun menjadi negara yang paling banyak menjadi juara Asia dengan 4 gelar.

source: dari sini

Selasa, 18 September 2012

AKB SHUKAN (JKT48)


Bulan kemarin selama hampir satu pekan member JKT48 berada di Jepang untuk menggelar konser besar di Tokyo Dome bersama kakak sister group mereka yaitu AKB48, konser yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut itu menyedot ratusan ribu penonton, termasuk fans dari Indonesia juga ada yang datang kesana.
dalam moment itu JKT48 juga sempat shooting menjadi bintang tamu di acara AKB Shukan, disana member JKT48 di wawancarai, Games, dsb. berikut videonya:

part 1:



part 2:





Kamen Rider Wizard and Go-Busters TV Ratings





After some delay, the ratings for the Tokumei Sentai Go-Busters Mission 30 and Kamen Rider Wizard episode 3 are in!

After two weeks of ratings bumps, Tokumei Sentai Go-Busters Mission 30 saw a decline in ratings once again. The episode scored a 4.6% and closed out the Vaglass saga of the series. After the Uchuu Keiji Gavan two parter coming up, it’s anyone’s guess where the series is going to go now that every major plot line has been closed up, so perhaps those episodes will draw some better ratings. The series average climbs just a bit to a 4.07% now and though this episode saw a drop in ratings, it should be noted that it’s still two tenths of a percentage point above the first episode to see ratings bumps when Wizard began.

Kamen Rider Wizard episode 3 came in with a 6.4% rating, bringing the current series average to a 7.1% total. You had to expect that ratings would drop at some point, but I was still hopefully they would stay in the 7% range. Fortunately, it’s still too early to see any patterns forming or make solid predictions over the future of Wizard at this point in the game.

Source: Henshin Justice Unlimited

Kamis, 13 September 2012

AKB48 wins Oricon DVD chart 6th time with Maeda Atsuko graduation announcement DVD, tied with Morning Musume



DVD of AKB48′s live concert “Maeda Atsuko, Graduation announcement and tears in Saitama Super Arena ~ I’m counting on you! Captain Katayama!! ~ Special BOX” sold 48,000 copies this week, making the DVD tops the weekly Oricon DVD ranking of the week starts from Sep 3 (to Sep 9).

With this DVD, AKB48 has topped the same chart for total 6 times, making AKB488 tie Morning Musume。, the group that has been in the top of the ranking of “The female music group that has topped Oricon Weekly DVD chart the most”

Morning Musume。 recorded their 6th Oricon weekly chart winning 9 years and 2 months ago.

This is the 3rd time AKB48 won Weekly Oricon ranking in 2012 after “AKB48 Kohaku Taikou Utagassen” (released in Mar), “AKB48 Request Hour Setlist Best 100 2012″ (Released in June), making AKB48 the first music act that wins Oricon Weekly DVD chart for 3 times in the same year.

The live concert “Maeda Atsuko, Graduation announcement and tears in Saitama Super Arena ~ I’m counting on you! Captain Katayama!!” was held in Saitama Super Arena from Mar 23 to Mar 25 in 2012, where Maeda Atsuko made surprise graduation announcement on it’s final day. AKB48 and it’s sister groups, SKE48, NMB48, HKT48 and JKT48, as well as SDN48, the group that broke up on Mar 31, joined the concert (Total 261 members, the largest number ever for AKB’s live concert).

Maeda’s graduation announcement was made right before the last song of the encore on the final day. “I… Maeda Atsuko will graduate AKB48.” Her teary graduation announcement made the whole venue filled in uproar and confusion.

Maeda gave a comment for the release of the DVD. “The live at Saitama Super Arena was the best and the most fun live concert thanks to members, staffs and fans. I made the big decision in my life on the final day, and it’s become the unforgettable day for me. This DVD is filled with many of my precious memories. I’m really grateful if you grab the one and watch it.”





Senin, 10 September 2012

Atsuko Maeda, Tony Leung & Shota Matsuda To Star In New Big Budget Movie



Atsuko Maeda, Tony Leung & Shota Matsuda have been cast in leading roles for the upcoming Japanese movie "1905", a film about the imperialism, globalization and its affects on Japan at the beginning of the 1900s.

The movie is being directed by Kiyoshi Kurosawa, known around the world for his horror movies. His new project however will be completely different. "1905" will be a grand, large scale, period piece production.

The movie is set in Yokohama, Japan in 1905. Imperialism has been a driving force in global politics, threatening Asian countries such as Japan and China. As the Qing Dynasty in China was falling, many Chinese people went to Japan to study how they modernized.

In the movie, Tony Leung plays a loan shark named Yan Yun Long who goes to Japan to collect money from 5 Chinese men. Shota Matsuda plays Tamotsu Kato, a ultranationalist who can grew up in Hong Kong and is ordered to force the 5 to repatriate. The two work together to find the 5 men. Atsuko Maeda plays Miyako Onishi, a woman who prepares Yan's meals while in Japan who isn't afraid to speak her mind and can be difficult to deal with.

"I was surprised by the large scale of the movie and its incredible cast, but the moment I received the script and realized that I would be able to meet Director Kurosawa, I just felt extremely happy...I'm very excited to be able to work in one of his movies," Maeda shared.

Tony Leung also shared his thoughts on working with the director. "I've always admired Director Kurosawa's work. I'm very excited to get to work with him. I'll treasure the experience and enjoy every moment," he said.

Although the movie will be a Japanese production, 90% of the lines will be in Chinese. While Leung is Chinese and knows the language already, Maeda and Matsuda will be undergoing intense training in the language in order to speak fluently and deliver their lines with impact.

Filming for "1905" is scheduled to begin in November. The movie is scheduled to be released at the end of 2013 in Japan, Taiwan and Hong Kong.