Rabu, 03 Juli 2013

Shinken Gold Cosplay






  • Name of Character: Shinken Gold (Samurai Sentai Shinkenger)
  • Name of Cosplayer: Ayarei Sareve
  • Country                 : Indonesia
  • Cosplay's Group    : Rider Kick Cosplay
  • Jumat, 14 Juni 2013

    AKB48 SOUSENKYOU 2013

    Hari sabtu tanggal 8 juni 2013 AKB48 mengadakan pemilihan umum untuk member senbatsu yang kelima kalinya, berikut adalah hasil akhirnya:

    Senbatsu
    --------------- ­----------
    1 - HKT48 Sashihara Rino
    2 - AKB48 Oshima Yuko
    3 - AKB48 Watanabe Mayu
    4 - AKB48 Kashiwagi Yuki
    5 - AKB48 Shinoda Mariko
    6 - SKE48 Matsui Jurina
    7 - SKE48 Matsui Rena
    8 - AKB48 Takahashi Minami
    9 - AKB48 Kojima Haruna
    10 - AKB48 Miyazawa Sae
    11 - AKB48 Itano Tomomi
    12 - AKB48 Shimazaki Haruka
    13 - AKB48 Yokoyama Yui
    14 - NMB48 Yamamoto Sayaka
    15 - NMB48 Watanabe Miyuki
    16 - SKE48 Suda Akari



    --------------- ­----------
    Under Girls
    --------------- ­----------
    17 - SKE48 Shibata Aya
    18 - AKB48 Minegishi Minami
    19 - AKB48 Umeda Ayaka
    20 - JKT48 Takajo Aki
    21 - AKB48 Kitahara Rie
    22 - SKE48 Kizaki Yuria
    23 - SKE48 Takayanagi Akane
    24 - SKE48 Matsumura Kaori
    25 - AKB48 Kawaei Rina
    26 - HKT48 Miyawaki Sakura
    27 - SKE48 Furukawa Airi
    28 - NMB48 Yamada Nana
    29 - SKE48 Oya Masana
    30 - AKB48 Irriyama Anna
    31 - SKE48 Kimoto Kanon
    32 - AKB48 Fujie Reina



    --------------- ­----------
    Next Girls
    --------------- ­----------
    33 - AKB48 Sato Amina
    34 - AKB48 Katayama Haruka
    35 - AKB48 Nagao Maria
    36 - AKB48 Kuramoshi Asuka
    37 - HKT48 Kodama Haruka
    38 - AKB48 Tano Yuka
    39 - SKE48 Umemoto Madoka
    40 - NMB48 Jonishi Kei
    41 - SKE48 Matsumoto Rina
    42 - SKE48 Saito Makiko
    43 - HKT48 Ota Aika
    44 - NMB48 Yagura Fuuko
    45 - AKB48 Muto Tomu
    46 - AKB48 Ishida Haruka
    47 - SKE48 Kobayashi Ami
    48 - AKB48 Oba Mina



    --------------- ­----------
    Future Girls
    --------------- ­----------
    49 - NMB48 Yabushita Shu
    50 - NMB48 Yoshida Akari
    51 - AKB48 Kikuchi Ayaka
    52 - AKB48 Sato Sumire
    53 - AKB48 Maeda Ami
    54 - NMB48 Ogasawara Mayu
    55 - HKT48 Tashima Meru
    56 - AKB48 Iwasa Misaki
    57 - AKB48/NMB48 Ichikawa Miori
    58 - SKE48 Isohara Kyoka
    59 - HKT48 Tomonaga Mio
    60 - AKB48 Matsui Sakiko
    61 - AKB48 Yamauchi Suzuran
    62 - Hirajima Natsumi
    63 - SKE48 Kaneko Shiori
    64 - SKE48 Nakanishi Yuka


    Minggu, 31 Maret 2013

    Bagaimanakah Sejarah J-League di Jepang?


    Sebelum dimulainya liga profesional Jepang atau biasa disebut J-League, kompetisi sepakbola di Jepang adalah Japan Soccer League (JSL) yang masih bersifat amatir diakhir tahun 60′an. Namun memasuki tahun 80′an, jumlah penonton yang datang ke stadion untuk menyaksikan secara langsung semakin menurun. Akhirnya bulan Maret 1988, asosiasi sepakbola Jepang atau JFA membentuk panitia persiapan untuk liga profesional Jepang. Mereka mempelajari berbagai macam kompetisi sepakbola di dunia, bahkan mereka juga mempelajari liga Indonesia. Tahun 1992 akhirnya Japan Football League terbentuk. Ada 10 tim yang mengikuti J-League. 8 tim dari divisi utama JSL yaitu Gamba Osaka, JEF United Ichihara, Nagoya Grampus Eight, Sanfrecce Hiroshima, Urawa Red Diamonds, Verdy Kawasaki, Yokohama Flügels, and Yokohama Marinos 1 klub dari divisi 2 JSL yaitu Kashima Antlers dan 1 klub yang baru dibentuk yaitu Shimizu S-Pulse. Jadilah 10 tim ini adalah tim bersejarah yang memulai era pesepakbolaan profesional di Jepang.



    Setelah itu Yamazaki Nabisco Cup digelar sebagai pemanasan lahirnya J-League dan akhirnya pertandingan pertama J-League digelar tanggal 15 Mei 1993 antara Verdy Kawasaki melawan Yokohama Marinos di Kasumigaoka National Stadium. Dan klub pun diperbolehkan menggunakan pemain asing dengan batas 5 pemain. Ada 2 besar diawal bergulirnya J-League yaitu bintang timnas Inggiris Gary Lineker yang bermain di Nagoya Grampus serta salah satu pemain terbaik Brazil sepanjang sejarah mereka, Zico yang bermain di Kashima Antlers. Arsene Wenger yang sekarang melatih Arsenal juga pernah melatih tim J-League, Nagoya Grampus Eight sebelum pindah ke Inggis. Setelah itu banyak pemain asing lainnya yang berkualitas bermain di J-League. J-League mulai menjadi salah satu liga terbaik di Asia.

    Format awal J-League adalah split season dengan 2 season dalam satu tahun kompetisi. Hal ini mirip dengan kompetisi sepakbola di Amerika Latin. Juara season pertama akan bertemu dengan juara season kedua dalam play off untuk menentukan juara liga. Bila suatu tim berhasil menjadi juara season pertama dan kedua maka sudah dipastikan tim tersebut menjadi juara liga tanpa harus ada play off. Perhitung poin pun juga berbeda dengan kompetisi umumnya. Awalnya J-League tidak mengenal hasil imbang. Saat 90 menit kedudukan imbang maka akan diadakan perpanjangan waktu dan bila masih imbang juga akan diadakan adu pinalti. Tim yang menang yang menang mendapatkan 3 poin. Tim yang kalah melalui adu pinalti mendapatkan 1 poin sedangkan tim yang kalah di perpanjangan waktu tidak mendapatkan poin. Kashima Antlers menjadi juara season pertama dan Verdy Kawasaki menjadi juara season kedua. Dan di play off series, Verdy Kawasaki mengalahkan Kashima Antlers dan menjadi juara J-League edisi pertama. Tahun 1996 J-League mencoba menggunakan format satu kompetisi penuh dan Kashima Antlers berhasil menjadi juara. Tahun 1997 format kompetisi kembali berubah menjadi dua season dalam satu tahun kompetisi.


    Adanya J-League benar-benar membuat sepakbola bisa menandingi baseball sebagai olahraga populer di Jepang. Kompetisi sepakbola antar sekolah sejak sekolah dasar pun mulai digulirkan. Hal ini berdampak positif terhadap pemain Jepang sendiri. Akhirnya 5 tahun kemudian timnas Jepang berhasil menembus Piala Dunia untuk pertama kalinya tahun 1998 di Prancis. Sejarah yang dibuat setelah membentuk kompetisi profesional yang berbobot. Hal positif ini dilanjutkan dengan Hidetoshi Nakata menjadi pemain Jepang pertama yang pindah ke Eropa dari J-League. Meski sebelumnya ada Kazu Miura yang bermain di Genoa, namun dia tidak berasal dari J-League. Dia meninggalkan Jepang sejak lulus sekolah ke Brazil untuk menjadi pemain sepakbola.  Nakata saat itu dibeli oleh Perugia dari Bellmare Hiratsuka. Nakata pun seperti membuka mata sepakbola dunia dengan adanya J-League. J-League pun menjelma menjadi liga sepakbola terbaik Asia. Pemain Jepang yang bermain di J-League pun mulai banyak dilirik oleh klub dari Eropa setelah itu.

    Tahun 1997 J-League sempat merevisi perhitungan poin mereka, dimana tim yang menang dalam perpanjangan waktu cuma mendapatkan 2 poin. Dan tahun 1999 kembali berubah dengan dihilangkannya adu pinalti. Perpanjangan waktu menggunakan sistem golden goal. Memasuki tahun 2003, perhitungan poin di J-League berubah seperti kompetisi lainnya di dunia. Tim yang memenangkan pertandingan akan mendapatkan 3 poin, imbang mendapatkan 1 poin dan kalah tidak mendapatkan poin. Perpanjangan waktu dihapuskan. Mulai tahun 2005 J-League kembali ke format satu kompetisi penuh dengan jumlah 18 tim. Setiap tim bertemu dalam partai kandang dan tandang selama satu musim.


    Sanfrecce Hiroshima menjadi juara J-League musim lalu. Ini adalah gelar pertama bagi mereka. Musim kompetisi 2013 kembali diikuti oleh 18 klub dengan format satu kompetisi. 3 tim teratas di klasemen akhir berhak lolos ke AFC Champions League dan 2 tim terbawah akan dagradasi ke divisi 2.  Dan sampai saat ini Kashima Antlers menjadi klub dengan jumlah gelar juara terbanyak dengan 7 kali. Jubilo Iwata dan Yokohama F Marinos berada diposisi kedua pengumpul gelar juara terbanyak dengan 3 gelar. Jepang membuktikan kalau dengan suatu kompetisi profesional yang kompetitif akan berdampak positif dengan prestasi tim nasional. Terbukti Jepang selalu lolos ke World Cup sejak tahun 1998. Dan mereka pun menjadi negara yang paling banyak menjadi juara Asia dengan 4 gelar.

    source: dari sini

    Selasa, 18 September 2012

    AKB SHUKAN (JKT48)


    Bulan kemarin selama hampir satu pekan member JKT48 berada di Jepang untuk menggelar konser besar di Tokyo Dome bersama kakak sister group mereka yaitu AKB48, konser yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut itu menyedot ratusan ribu penonton, termasuk fans dari Indonesia juga ada yang datang kesana.
    dalam moment itu JKT48 juga sempat shooting menjadi bintang tamu di acara AKB Shukan, disana member JKT48 di wawancarai, Games, dsb. berikut videonya:

    part 1:



    part 2:





    Kamen Rider Wizard and Go-Busters TV Ratings





    After some delay, the ratings for the Tokumei Sentai Go-Busters Mission 30 and Kamen Rider Wizard episode 3 are in!

    After two weeks of ratings bumps, Tokumei Sentai Go-Busters Mission 30 saw a decline in ratings once again. The episode scored a 4.6% and closed out the Vaglass saga of the series. After the Uchuu Keiji Gavan two parter coming up, it’s anyone’s guess where the series is going to go now that every major plot line has been closed up, so perhaps those episodes will draw some better ratings. The series average climbs just a bit to a 4.07% now and though this episode saw a drop in ratings, it should be noted that it’s still two tenths of a percentage point above the first episode to see ratings bumps when Wizard began.

    Kamen Rider Wizard episode 3 came in with a 6.4% rating, bringing the current series average to a 7.1% total. You had to expect that ratings would drop at some point, but I was still hopefully they would stay in the 7% range. Fortunately, it’s still too early to see any patterns forming or make solid predictions over the future of Wizard at this point in the game.

    Source: Henshin Justice Unlimited